Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bekatul Sorgum (Sorghum bicolor L.) Super 2 Varietas dalam Menurunkan kadar MDA Mencit (Mus musculus)

Eka Sukmawaty, Siti Aisyah Sijid, Nur Afni, Nasriah Nasaruddin

Sari


Sorghum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman pangan penting kelima setelah padi, gandum, jagung, dan jelai. Pemanfaatan sorgum sebagai makanan, pakan dan industri karena kaya akan komponen makanan fungsional. Namun, kehadiran tanin yang menyebabkan sorgum memiliki rasa yang agak pahit sehingga diperlukan pengolahan dengan melepas lapisan biji sorgum menggunakan scourer yang menghasilkan limbah bekatul padi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak bekatul dengan pelarut etanol secara in vitro dengan menggunakan metode 1,1-difenil-2-plerylhdrazyl (DPPH) dan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol sorgum (Sorghum bicolor) dalam mengurangi malondialdehyde (MDA) pada tikus (Mus musculus) ICR jantan yang diberi stres oksidatif dengan menggunakan metode desain kelompok kontrol pre-post-test dengan tiga kelompok perlakuan yaitu 5 mg / kgBB, 10 mg / kgBB, 20 mg / kgBB dan kelompok kontrol negatif (tidak diobati) dan kelompok kontrol positif (tikus diberi vitamin C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol bekatul padi dengan nilai IC50 sebesar 98,28 ppm. Penurunan kadar MDA tikus dengan ekstrak etanol pada dosis 20 mg / kgBB menunjukkan hasil yang lebih tinggi daripada kontrol positif vitamin C. Analisis statistik menggunakan oneway anova dengan tes LSD menunjukkan hasil bahwa semua kelompok perlakuan berbeda secara signifikan dari kelompok kontrol negatif.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amarowicz, R., M. Naczk, and F. Shahidi. “Antioxidant activity of crude tannins of canola and rapeseed hulls”. J. Am. Oil Chem. Soc. 77 no. 9 (2000): 957-96.

Aqil, M., Zubachtirodin, dan C. Rapar. Deskripsi varietas unggul jagung, sorgum, dan gandum. Edisi 2012. Balai Penelitian Tanaman Serealia, 2013.

Arindah, D. Fraksinasi dan Identifikasi Golongan Senyawa pada Daging Buah Pepino (Solanum muricatum Aiton) yang berpotensi sebagai Antioksidan. Malang: UIN Malang, 2010.

Awika, J.M. dan Rooney L.W. Sorghum Phytochemical and Their Potential Impact on Human Health. J Sci Direct: Phytochemistry (2004) 65:1199-1221.

Awika, J. M., L. W. Rooney, and R. D. Waniska. Comparing Antioxidant Potential of High Tannin Sorghums With Those of Common Fruits. Texas A&M University, Cereal Quality Lab, 2474 TAMUS, College Station, TX (2000): 77843-2474 USA.

Ayala A, Munoz MF, Arguelles S. “Lipid Perosidation: Production, Metabolism and Signaling Mechanism of Malondialdehyde and 4-Hydroxy-2-Nonenal”. Oxid Med Cell Longev 112 (2014): p.21-8.

Blouis, M.S Antioxidant Determinations by the Use of a Stable Free Radical. Nature, 181, (1958): 1199-1200.

BPOM RI. Acuan Sediaan Herbal Volume Ketiga Edisi Pertama. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasa Obat dan Makanan, 2007.

Campbell, D.T., and Stanley, J.C. Experimental and Quasi-experimental Designs for Research. Rand Menally & Company, Chicago, 1972.

Dewoto HR. “Pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi fitofarmaka”. Maj Kedokt Indon no. 57 (2007) : h. 205-211.

Dykes L, Rooney LW. “Sorghum and millet phenols and antioxidants”. Journal of cereal science. 44 no. 3 (2006): p. 236-251.

Fellow, P. Food Processing Technology Principles and Practice. Ellis Horword, New York, 1990.

FSD (Food Security Departement). Sorghum: postharvest operations. http://www.fao.org./inpho/compend/text/ch07.htm. diakses 12 Januari 2012. Gerald Scott, 1987,Antioxidants, Bull.Chem. Soc. Jpn., 61, (2003): 165-170.

Hanani, E, A. Mun’im, R. Sekarini. Identifikasi Senyawa Antioksidan Dalam Spons Callyspongia SP Dari Kepulauan Seribu, Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol II, No 3 (2005).

Halliwell B & Gutteridge JMC. “Cellular response to oxidative stress : adaptation, damage repair, senescence and death”. In Free Radical in Biology and Medicine. 4th ed. London, Oxford : University Press (2007): p. 187 – 267.

Hirasawa, M., Shouji, N., Neta, T., Fukushima, K & Takada, K. The Kinds Of Antibacterial Subtances From Lentinus Adobes Singshitake An Edible Mushroom. International ajournal Of Antibacterial Agents, 11, (1999):1561-1567.

Hudaya, Adeng. Uji Antioksidan dan Antibakteri Ekstrak Air Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Pangan Fungsional Terhadap Staphylococcus aureus dan Escerichia coli). Skripsi. Jakarta: Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2010.

Ishak A.”Analisis Fitokimia dan Uji Aktifitas Antioksidan Biskuit Biji Labu Kuning (Cucurbuta sp.) Sebagai Snack Sehat”. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Program Studi Ilmu Gizi, Makassar, 2018.

Jati Siswono H. “Efek Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Daun Salam (Syzygium polyanthum [With.] walp.) Pada Hati Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang di Induksi Karbon Tetraklorida (CCl4)”. Skripsi (2008): h. 1-17.

Jawi IM, Ngurah IB, Sutirtayasa IWP, RaiManuaba IB. “aktivitas fisik maksimal akut dapat meningkatkan kadar SGOT SGPT dan menimbulkan degenerasi sel hati mencit”. Jurnal Kedokteran Yarsi. (2006) 14 no. 3 : h. 204.

Kartika, “Profil Kimiawi dari Formulasi Ekstrak Meniran, Kunyit, dan Temulawak Berdasarkan Aktivitas Antioksidan Terbaik”, Skripsi (Bogor: IPB, 2010), hlm.16

Khopkar, S.M. Konsep Dasar kimiaAnalitik, UI Press: Jakarta, 2008.

Kurnianingsih. “Uji efek tonikum suspensi ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers. Ex Hook.f. & Thoms) terhadap ketahanan berenang mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY” (skripsi). Depok: FMIPA Departemen Biologi Universitas Indonesia (2006) : h.34.

Mandal S, Yadav S, Nema R. Antioxidants: A Review. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research (2009): p. 102-104.

Palmieri B. Sblendorio V. “Oxidative Stress Tests: Overview on Reliability and Use Part I” . Eu Rev Med Pharmacol Sci 11 (2007): p. 309-42.

Permana, D.,N. Hj. Lajis, Faridah Abas, A. Ghafar othman, Rohaya Ahmad, Mariko Kitajama, Hiromitsu Takayama, Nario Aimi, Cl, Antioksidative Constituents Of Hedotis Diffusa Wild “., Natural Product Sciences, 9(1), (2003): 7-9.

Pratimasari, D. Uji Aktivitas Penangkap Radikal Buah Carica papaya L. Dengan Metode DPPH dan Penetapan Kadar Fenolik Serta Flavonoid Totalnya, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta, 2009.

Prayoga G. Fraksinasi, Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Identifikasi Golongan Senyawa Kimia dari Ekstrak Teraktif Daun Sambang Darah (Excoecaria cochinchinensis Lour). Fakultas Farmasi Program Studi Sarjana Ekstensi Universitas Indonesia, 2013.

Rahman, H. “ Uji Aktivitas Antioksidan Isolat Katekin Gambir (Uncaria gambier Roxb.) pada Tikus Putih (Rottus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley dengan Diberi Beban Aktivitas Fisik Maksimal” skripsi. (2016): h. 1-98.

Rahayu, L., Sandhiutami, N. M. D., Sumarni, R., Sari, L.Y. “Uji Aktivitas Antioksidan Rebusan Daun Sambang Getih (Hemigraphis bicolor Boerl.) Secara In Vivo” Ikatan Farmakologi Indonesia. (2013): h. 1-14.

Reddy, B.V.S., S. Ramesh, S.T. Borikar, and H. Sahib. ICRISAT-Indian NARS partnership sorghum improvement research: strategies and impacts. Current Science 92 (7) (2007): 9 09-915.

Rosilia, R.”Aktivitas Antioksidan Zat Ekstraktif Daun Mangium (Acacia Mangium Willd) Berdasar Uji Secara In Vitro Dan In Vivo”. Skripsi. Bogor. Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, 2014.

Sembiring Elia, dkk. “Aktivitas Antioksidan Ekstrak Dan Fraksi Dari Biji Jagung (ZEA MAYS L.)”. Jurnal Kimia 9 no. 1 (2016): 1-24.

Shinta, Endro & Anjani P. Pengaruh Konsentrasi Alkohol dan Waktu Ekstraksi Terhadap Ekstraksi Tannin dan Natrium Bisulfit dari Kulit Buah Manggis. Makalah Seminar Nasional Soebardjo Brotohardjono. Surabaya, (2008). Hal 31-34.

Sihombing, C, N, Wathoni, N, dan Rusdiana, T, Formulasi Gel Antioksidan ekstrak Buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Menggunakan Basis Aqupec 505 hv, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Sumedang. Sumedang, 2017.Suarni. Evaluasi Sifat Fisik dan Kandungan Kimia Biji Sorgum Setelah Penyosohan. Jurnal Stigma XII(1) 2004: 88-91.

Suarni.’’Potensi Sorgum sebagai Bahan Pangan Fungsional’’. Iptek Tanaman Pangan. 7 no. 1 (2012).

Suhaling S. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Metode DPPH. Skripsi. Fakultas Ilmu Kesehatan UINAM, 2010.

Syamsuhidayat SS, Hutapea JR. Inventaris tanaman indonesia. Jilid I. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI; (1991): h.286-287.

Widowati, S., B.A.S. Santosa, S. Lubis, H. Herawati dan R. Nurdjanah. Reduksi Tanin dalam Proses Pembuatan Tepung Sorgum. Makalah Seminar Rutin BB Pascapanen 27 Januari, 2010.

Windono, dkk. Uji Peredam radikal Bebas Terhadap 2,2-Diphenyl-1- picryhidrazil (DDPH) dari Ekstrak Kulit Buah dan Biji Anggur (Vitis vinifera L.) Probolinggo biru dan Bali, Jurnal Penelitian Artoarpus, Vol I no.1, Fakultas Farmasi UNAIR, Surabaya, 2001: Hal 34-43.

Winarsi H. Antioksidan alami dan radikal bebas: potensi dan aplikasinya dalam kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius; 2007.15-20, 79-81, 87, 97, 101, 137.

World Health Organization. General Guidelines for Methodologies on Research and Evalution of Traditional Medicine. Genera: WHO, 2000.

Yuhernita. “Analisis senyawa metabolit sekunder dari ekstrak metanol daun surian yang berpotensi sebagai antioksidan”. Makara, sains 15 no. 1 (2011) :p. 50-51.

Zakaria-Rungkat F. Evaluasi Aktivitas Imunomodulator dan Index Glisemik Serealia Lokal on Beras. Laporan Penelitian Kerjasama LPPM IPB dan Balai Besar Penelitian Pasca Panen Kementan, 2008


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN (cetak): 2654-4032