POTENSI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI INSEKTISIDA HAYATI TERHADAP NYAMUK Aedes Aegypti

N. T. Reza Umami, R Ahsanunnisa

Sari


Demam berdarah merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat angka kasus DBD mencapai 204.171 kasus dengan angka kematian sebesar 1.598 orang. Pada tahun 2015 angka tersebut meningkat dan tercatat sebanyak 129.650 kasus DBD dengan angka kematian sebesar 1.071 orang. Dalam memberantas DBD banyak digunakan bahan kimia yang dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Bahan alami dapat dijadikan sebagai alternatif salah satunya adalah daun salam. Uji fitokimia secara kualitatfi menunujukkan  bahwa ekstrak daun  salam memiliki kandungan flavonoid, tanin, terpenoid dan saponin yang berfungsi sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun salam terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak daun salam dibagi menjadi berbagai konsentrasi, yaitu 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%. Data diperoleh dari jumlah kematian nyamuk Aedes aegypti  dalam pemberian ekstrak daun salam  pada masing-masing perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen kematian nyamuk Aedes aegypti adalah 25% pada konsentrasi 0,2%, 55% pada konsentrasi 0,4%, 70% pada konsentrasi 0,6%, dan 95% pada konsentrasi 0,8%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun salam, maka semakin tinggi nilai persen kematian nyamuk Aedes aegypti.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


M. Saleh. “Uji Efektivitas Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai

Insektisida Hayati Terhadap Nyamuk Aedes aegypti,” Higiene. Vol. 3, No.1, Pp 30-36,

T. Aziz. “Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Persen Yield Alkaloid dari Daun Salam India (Murraya Koenigii),” Jurnal Teknik Kimia. Vol. 20, No. 2, Pp 1-6, 2014.

Erli, dkk. “Uji Aktivitas Minyak Atsiri Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus holmgren),” Jurnal Hutan Lestari. Vol. 3, No.2, Pp 286-292, 2015.

K. Harismah and Chusniatun. “Pemanfaatan Daun Salam (Eugenia polyantha),” Jurnal WARTA LPM. Vol. 9, No.2, Pp 110-118, 2016.

Inayah, dkk. “Kemampuan Bahan Aktif Ekstrak Daun Mojo (Aegle marmelos L.) dalam Mengendalikan Nyamuk Aedes aegypti, dengan Metode Elektrik,” Jurnal Higiene. Vol.1, No.1, Pp 14-24, 2015

Susiawati, dkk. “Efektifitas Ekstrak Infusa Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes Sp Di Kota Bengkulu Tahun 2016,” JNPH. Vol. 5, No.1, Pp 60-65, 2017.

Wigati and Lulus. “Hubungan Karakteristik, Pengetahuan, dan Sikap, dengan Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Anti Nyamuk di Kelurahan Kutowinangun,” Jurnal Bul. Panelit. Kasehat. Vol.40, No.3, Pp 130-141, 2012.

H. Rivai. “Analisis Kualitatif dan Kuantitatif dari Ekstrak Heksan, Aseton, Etanol, dan Air Dari Daun Salam (Syzygium polyanthum (WIGHT) Walp.),” (STIFARM) Padang, Pp 1-13, 2019.

Aseptianova, dkk. “Efektifitas Pemanfaatan Tanaman Sebagai Insektisida Elektrik Untuk Mengendalikan Nyamuk Penular Penyakit DBD,” Bioeksperimen. Vol.3, No.2, Pp 10-19, 2017.

D. Wahyuni. “Uji Efektifitas Ekstrak Daun Srikaya (Anonna Squamosa) Terhadap Kematian Kecoa Amerika (Periplaneta Americana),” Jurnal Photon. Vol.8, No.2, Pp 143-150, 2018.

E. S. Putri. “Efektivitas Daun Citrus Hystrix dan Daun (Syzygium Polyanthum) Sebagai Zat Penolak Alami Periplaneta Americana (L.),” Jurnal Higeia. Vol.1, No.4, Pp 154-162.

D.M. Putri. “Pengaruh Sari Pati Daun Serai (Cymbopogon Citratus) Terhadap Mortalitas Nyamuk,” STKIP-PGRI Lubuklinggau, Pp 1-8, 2018.

E. Minarnil. “Daya Larvasida Ekstrak Etil Asetat Daun Kemuning (Murraya paniculata (L) Jack) Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Medika Veterinaria,” Jurnal Medika Veterinaria. Vol.7, No.1, Pp 27-29, 2013.

R.R. Wibawa. “Potensi Ekstrak Biji Mahkota Dewa (Phaleria macrocorpa) Sebagai Insektisida Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Dengan Metode Semptort,” Skripsi. 2012.

F.N. Annafi. “Efikasi Air Perasan Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga L. Willd) Sebagai Larvasida Nabati Nyamuk Aedes aegypti,” Skripsi. Semarang: 2016.

Kemenkes. “Demam Berdarah Dengue (DBD) Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI,” Jakarta:2016.

R. H. M. S. P. Imam Suhada, “Perbandingan Efikasi Insektisida Rumah Tangga Oil Liquid Terhadap Pengendalian Nyamuk Aedes Aegypti Dengan Metode Glass Chamber,” Jurnal Kesehatan Masyarakat , Vol. 4, No. 1, Pp. 134-141, 2016.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN (cetak): 2654-4032