Pengamatan Pertumbuhan Trubusan pada Tanaman Pelangas (Aporosa aurita) Pasca Kebakaran di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo

Riri Desti Ayuna, Rahima Anggraini, Ismiyati Ismiyati, Yulia Citra, Ike Apriani, R.A. Hoertary Putri, Hengki Siahaan

Sari


Regenerasi pasca kebakaran merupakan proses tumbuh kembali bagian tubuh yang rusak setelah kebakaran. Kemampuan regenerasi tergantung pada besar atau kecilnya intensitas kebakaran. Regenerasi pohon pelangas (Aporosa aurita) pasca kebakaran dapat tumbuh kembali lewat trubusan dari tunas-tunas yang dilindungi oleh kulit batang pada saat tajuk habis terbakar, atau pohon dapat bertahan hidup jika daunnya tidak semuanya terbakar (ada yang tersisa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trubusan pasca kebakaran tanaman Pelangas (Aporosa aurita) berumur tiga tahun di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo dan mengetahui vegetasi di area pertumbuhan trubusan pada tanaman Pelangas (Aporosa aurita) berumur satu tahun pasca kebakaran di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan semakin luas jarak tanam, diameter tunas dan tinggi tunas semakin rendah. Jumlah vegetasi tanaman pada jarak tanam 2x1.5, 2x1, 1,5x1 dan 1,5x1,5 masing-masing berjumlah, 8 spesies, 13 spesies, 9 spesies dan 11 spesies. Perlakuan jarak tanam yang berbeda menghasilkan trumbusan pelangas dengan jumlah tunas, tinggi batang, dan diameter batang yang berbeda. Analisis vegetasi menunjukkan bahwa terdapat 21 jenis tanaman dengan jumlah 494 tanaman di KHDTK Kemampo. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada setiap jarak tanam terdapat pada tanaman kayu jenis seru.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


ISSN (cetak): 2654-4032